Rabu, 05 Mei 2010

Keajaiban Al-Qur'an: Big Bang

Pernahkah anda mendengar tentang teori Big Bang. Teori Big Bang atau teori Ledakan Besar adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa pada awalnya alam semesta bervolume nol dengan kerapatan tak terbatas. Alam semesta kemudian mengembang bersama ruang dan waktu lalu membentuk segala seuatu yang kita kenal sekarang. 
Secara logika, dapat kita katakan bahwa volume nol itu berarti 'tidak ada'. Selain itu bisa kita buktikan secara matematika, bahwa segala sesuatu yang dikalikan nol akan 'habis' atau 'tidak bernilai' karena itu dpat kita simpulkan dari teori ini bahwa alam semesta itu awalnya tidak ada, dalam kata lain alam semesta itu diciptakan. Agak lucu memang saat kita membaca literatur ilmiah bahwa teori ini dikemukakan tahun 1900-an. Tapi jika kita mempelajari Al-Qur'an dengan sangat baik, maka kita akan melihat bahwa Al-Qur'an telah menyatakannya lebih dahulu.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)

Tapi bagaimanapun, ada teori lain yang menjawab tentang pengembangan alam semesta dan menyatakan bahwa alam semesta itu 'abadi'. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta mengembang dan mengerut sampai bata maksimal, begitu berulang kali sehingga alam ini 'abadi'.
Namun, temuan lain menemukan bahwa pengembangan alam semesta memang 'dimulai dari nol'. Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan bahwa ekspansi alam semesta mengalami akselerasi. Dalam sistem yang resultan gayanya tidak sama dengan nol, pasti ada energi lain yang mempercepatnya. 'Energi lain itu disebut sebagai 'Energi Gelap'. Seperti yang kita tahu hukum kekalan energi menyatakan bahwa energi tidak bisa diciptakan. tapi adanya 'Energi Gelap' ini mepertanyakan kebenaran hal itu. Dan kita bisa simpulkan sekali lagi,

"ALAM SEMESTA ITU DICIPTAKAN"

Sabtu, 03 April 2010

Two Side of a Coin: Democracy

Demokrasi, adalah suatu bentuk sistem pemerintahan yang dimana rakyatlah yang memegang kekuasaan yang tertinggi. Demokrasi terkenal dengan semboyan

"Pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat"

dan

"Suara rakyat adalah suara Tuhan"

Harus diakui bahwa demokrasi itu baik. Itu memang benar, demokrasi adalah salah satu cara untuk menyatukan suara rakyat yang beragam. Dalam demokrasi, dikenal istilah musyawarah. Dan juga istilah "Setuju dalam ketidaksetujuan". Karena dalam demokrasi, apabila kesepakatan tidak bisa dicapai melalui musyawarah, maka keputusan akan diambil melalui pemungutan suara. Suara yang terbanyak akan diambil sebagai keputusan akhir dan semuanya harus menerima itu. Jadi setuju ataupun tidak harus menerima keputusan itu. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan demokrasi jika semua menerima dengan lapang dada. Hanya saja, demokrasi hanya memakai pendapat sebagian orang, sehingga terkadang ada sebagian orang yang tidak menerima dan akhirnya memberontak atau memisahkan diri karena tidak puas. Demokrasi di satu sisi merupakan pemecahan masalah dari perbedaan pendapat. Namun di sisi lain itu juga dapat menimbulkan separatisme karena ketidakpuasan dengan keputusan yang diambil. Selain itu dengan adanya demokrasi tidak langsung, keputusan itu diambil melalui perwakilan, satu orang mewakili banyak orang, itu justru menambah ketidakpercayaan terhadap sistem ini.

Jumat, 26 Maret 2010

Two side of a coin: The pers

Pers itu baik dan buruk. Aneh sekali bukan. Segala sesuatu di dunia pasti memiliki sisi positif dan negatif. Pers adalah salah satunya. pers disatu sisi memiliki fungsi vital dalam menyampaikan informasi kepada publik. Namun, sisi negatif dari pers tidak bisa disangkal yaitu kebiasaan pers untuk mencari berita hangat yang jarang terjadi. Mungkin terdengar aneh, tapi itu kenyataan. Sekarang kita buktikan. Mana yang menurut anda lebih menakutkan, demam berdarah atau flu babi ? Saya rasa anda akan menjawab flu babi. Kenapa, karena pers sudah membe membentuk pikiran kita bahwa flu babi itu lebih berbahaya. 
Saya tidak akan mengatakan langsung hitam atau putih, saya hanya menyampaikan. Anda yang memutuskan untuk memilihnya. Two side of a coin, even inside of you.

Sabtu, 13 Februari 2010

Cahaya dan Kegelapan

Cahaya dan Kegelapan. 2 hal yang sangat bertentangan dengan suatu batas yang disebut sebagai bayangan. Sejujurnya di dunia ini tidak ada 'benda' yang bisa disebut sebagai kegelapan.  Jika kita berusaha sebanyak apapun, hampir mustahil bahakn bisa dikatakan mustahil kita bisa mendapatkan 'zat' kegelapan. 
Secara filosofis, cahaya bisa kita sebut sebagai pembawa sifat terang, sedangkan kegelapan sebagai pembawa sifat gelap. Cahaya dan kegelapan sebenarnya selau saling berdampingan dengan suatu batas yang tidak terlalu jelas.
Namun jika pelajari sesungguhnya suatu keadaan tidak harus ada karena keberadaan, tapi juga ketiadaan. Seperti kita kenyang karena ada makanan diperut kita, dan kita lapar karena tidak ada makanan diperut kita. Bukan karena 'zat pelapar'.
Gelap muncul bukan karena adanya kegelapan, tapi karena tidak adanya cahaya. Sederhana sekali bukan. Jika sekarang belum ada yang bisa menemukan kegelepan, mungkin suatu saat nanti ia akan menemukannya.